PKB GRESIK – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Usai menerima surat keputusan (SK) kepengurusan masa bakti 2026–2031, Ketua DPC PKB Gresik Muhammad Syahrul Munir langsung menyiapkan konsolidasi besar untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat kecamatan.
Serah terima amanah kepengurusan digelar di Kantor DPC PKB Gresik, Jalan RA Kartini, Gresik. Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan sekaligus langkah awal memperkuat soliditas organisasi dalam menghadapi berbagai agenda politik dan organisasi selama lima tahun ke depan.
Syahrul Munir mengatakan, prioritas utama kepengurusan baru adalah menggelar Musyawarah Pengurus Anak Cabang (Musancab) di 18 kecamatan. Proses pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan akan didampingi Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK) agar berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Agenda terdekat kami adalah konsolidasi organisasi melalui Musancab. Regenerasi di tingkat DPAC harus dipersiapkan dengan baik, baik bagi kepengurusan yang sudah siap maupun yang masih membutuhkan pendampingan,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Ketua DPRD Gresik itu menegaskan, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) akan terus menjadikan organisasi tersebut sebagai mitra strategis tanpa mencampuradukkan ranah politik dengan organisasi keagamaan.
“Sebagai kader dan anak kandung NU, PKB merupakan ruang khidmat politik untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Syahrul juga menyampaikan permohonan maaf apabila proses komunikasi dalam penyusunan kepengurusan dilakukan secara cepat, termasuk melalui aplikasi WhatsApp. Menurutnya, hal itu dilakukan karena adanya target waktu yang ditetapkan DPW PKB Jawa Timur.
Selain melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, DPC PKB Gresik juga akan melakukan pembenahan administrasi, pengelolaan aset dan inventaris partai, serta memperkuat tata kelola organisasi agar lebih akuntabel dan terbuka bagi seluruh kader.
“Kami berkomitmen membangun organisasi yang akuntabel dan bisa diakses seluruh kader. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan, mulai dari tata perkantoran, administrasi hingga menyiapkan strategi kemenangan pada kontestasi politik mendatang,” paparnya.
Ia menambahkan, komposisi kepengurusan DPC PKB Gresik periode 2026–2031 juga telah memenuhi keterwakilan perempuan lebih dari 30 persen sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan partisipasi perempuan dalam politik.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Gresik periode 2021–2026, Moh Qosim, mengapresiasi kepengurusan baru dan berharap estafet kepemimpinan mampu membawa PKB Gresik semakin solid.
Menurutnya, tantangan partai ke depan akan semakin besar, terutama menjelang agenda Muktamar NU. Karena itu, hubungan harmonis antara PKB dan NU harus terus dijaga sebagai kekuatan yang saling mendukung.
“PKB adalah partai yang sangat kental dengan nilai-nilai keagamaan. Selama kita berada di PKB, insyaallah akan menghadirkan keberkahan. Saya mengucapkan selamat kepada Muhammad Syahrul Munir atas amanah yang diberikan warga nahdliyin,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Bendahara DPW PKB Jawa Timur, M Sholichul Umam. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus DPC PKB Gresik periode 2021–2026 atas dedikasi selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, seluruh DPC PKB di Jawa Timur, termasuk Gresik, kini memasuki tahapan konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musancab di seluruh kecamatan serta penguatan tata kelola organisasi berbasis Sistem Informasi dan Kelola Unit (SAKU).

